Kunjungan I ke Desa Nawa Kerti Karangasem

Hari ini, Minggu, 4 July 2010, kami bersama Mba Wisna dan Mas Adi, Mas Johan dan Mba Selvi dan keluarga, mengunjungi beberapa keluarga miskin di Desa Nawa Kerti, Abang, Karangasem.

Informasi dari Kepala Desa Bapak Nengah Rata, Desa Nawa Kerti dihuni oleh sekitar 1047 KK atau sekitar 3000-an orang, dengan mata pencaharian utama sebagai petani kebun/ladang.

Secara administratif, Desa Nawa Kerti mencakup 4 banjar:

  1. Br. Laga – Kliang: Bapak Bagus Ketut Arka
  2. Br. Bau Kaler – Kliang: Bapak Wayan Putu
  3. Br. Bau Kawan – Kliang: Bapak Wayan Sujana
  4. Br. Bau Kangin – Kliang: Bapak Nyoman Kerta

Keluarga miskin pertama yang kami kunjungi adalah keluarga Bp. Wayan Getung yang tinggal bersama anaknya Nyoman Cenik + menantu + 7 orang cucu. Total penghuni rumah itu (gambar di bawah) adalah 10 orang. Sayang sekali, Pak Nyoman Cenik tidak ingat usia masing-masing anaknya. Yang dia ingat, 2 anaknya bekerja sebagai pembantu RT, 1 orang (usia sekitar 13 th) bekerja “ngukir”, anaknya yang paling bungsu baru berumur 3 bulan, dan tinggal 1 orang yang masih bisa sekolah (kelas 4 SD). Sebagai penggarap/penyakap ladang, Pak Nyoman Cenik tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluargannya.

Wayan Getung
Nyoman Cenik & Anak
Tempat Tidur
Tempat Tidur & Dapur

Berikutnya kami mengunjungi Bapak Berag yang tinggal seorang diri di gubuk tanpa dinding/atap, sudah menahun tidak makan nasi, melainkan ketela. Namun sebentar lagi Bapak Berag akan menempati rumah barunya yang dibangun atas donasi Mba Wisna dan Mas Adi dari Bali Charity.

Rumah yg Lama
Rumah yg Lama
Tempat Tidur
Rumah yg Baru

Keluarga berikutnya adalah keluarga Bapak Nyoman Daging yang tinggal bersama istrinya Wayan Sumianti dan 2 orang anaknya yang masih balita. Bapak Nyoman bekerja sebagai buruh/tukang batako, sedangkan istrinya di rumah menjaga kedua anaknya, gambar di bawah adalah gubuk/rumah keluarga ini.

Rumah Nyoman Daging
Nyoman Daging & Keluarga
Tempat Tidur

Selanjutkan kami berkunjung ke rumah Ibu Ketut Kaler (70 th) yang juga tinggal seorang diri di gubuknya, untuk makan sehari-hari beliau dapatkan dari kemurahan hati tetangga kiri-kanan, “kalau tidak ada yang kasi makan – ya tidak makan” katanya.

Ni Ketut Kaler
Rumah Ketut Kaler
Tempat Tidur

Terakhir, kami mampir di rumah keluarga Bapak Wayan Gejer, yang ditempati oleh 7 orang; kakek + nenek + anak + menantu + 3 cucu, semuanya tinggal di gubuk itu. Syukurnya, sejak 3 hari lalu, rumah bantuan dari Mba Wisna & Mas Adi sudah mulai dibangun, dengan 3 kamar tidur, tentunya akan menjadi rumah yang jauh lebih layak untuk keluarga Bapak Wayan Gejer.

Rumah yg Lama
Tempat Tidur
Tempat Tidur
Rmh Baru sdg Dibangun

Selanjutnya kami “ngobrol” dengan Bapak Kepala Desa dan semua Kliang Dinas membicarakan format bantuan yang tepat dan yang mungkin untuk kami upayakan antar lain sbb:

  • Jangka pendek: paket sembako
  • Jangka menengah: program “bedah rumah”
  • Jangka panjang: usaha-usaha untuk menggerakkan roda perekonomian desa

Tanah kebun di Desa Nawa Kerti cukup subur, namun belum ada jalur distribusi untuk menjual hasil kebun itu untuk menjadikannya uang. Hal ini yang menyebabkan warga desa enggan berkebun, mereka berasumsi tidak ada uang yang bisa dihasilkan dari berkebun.

Beberapa hal yang terpikirkan untuk format bantuan jangka panjang adalah sbb:

  1. Mendatangkan orang yang mengerti bidang perkebunan untuk survey lokasi/jenis tanah dll sehingga bisa memberi masukan komodoti kebun yang cocok untuk jenis tanah tsb, dan memberikan pengetahuan tentang cara penanaman/pemeliharaan/dll kepada warga desa.
  2. Merintis jalur distribusi untuk menjual hasil kebun tersebut, terutama di pasar-pasar tradisional di Karangasem, Klungkung dan Denpasar bila perlu.
  3. Atau mendatangkan pembelinya ke Desa Nawa Kerti.

Pada kunjungan kami berikutnya (rencana: minggu pertama di bulan Agustus), Bapak Kepala Desa berjanji akan memberikan data tentang hasil kebun apa saja yang dihasilkan di Desa Nawa Kerti untuk kami pelajari dan telusuri jalur distribusi penjualannya.

Demikian, kami mohon Anda bisa bergabung bersama kami untuk membantu mereka.

Pada kunjungan kali ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar2nya kepada Mba Wisna dan Mas Adi, Mas Johan dan Mba Selvi, serta para sukarelawan dan donatur tetap BCC.

Berikan Komentar


*

Media Sosial

BBM 5E5A3B02
WhatsApp 087861943126
WhatsApp 081999370228
LINE 087861943126
LINE 081239993144
Telegram 081239993144