• Tentang Kami

    Latar belakang berdirinya Bali Caring Community (BCC).
    more...
  • Bantu Kami

    Mohon bantu kami membantu mereka yg kurang beruntung.
    more...
  • Kegiatan

    Program kerja/kegiatan Bali Caring Community (BCC).
    more...

Kunjungan III ke Desa Nawa Kerti Karangasem

Hari ini, Jumat 3 September 2010, kami bersama beberapa teman, Pak Ngurah Awan, Mba Wisna, Pak Agung, Ibu Dawn, dan Mrs. Mary kembali mendapatkan kesempatan berkunjung ke Desa Nawa Kerti Abang Karangasem. Ini merupakan kunjungan kami yang ke 3 ke desa ini. Diantar oleh Bapak Kepala Desa, kali ini kami mengunjungi 3 keluarga miskin.

Keluarga pertama yang kami kunjungi adalah keluarga Bapak Wayan Lonjong dan istrinya Nengah Guci yang tinggal bersama 6 orang anaknya (4 laki-laki, 2 perempuan) dan 2 menantunya. 2 anak laki-lakinya sudah menikah, sehingga total terdapat 3 KK tinggal dalam satu pekarangan. 2 anak perempuannya yang masih usia sekolah – tidak mau sekolah. Sepintas berbicang2, kami mendapatkan kesan bahwa sekolah bukanlah tempat yang menyenangkan bagi kedua anak ini, sangat disayangkan, padahal sekolah di desa ini gratis. Mata pencaharian Wayan Lonjong dan keluarganya adalah berkebun, dan kerja serabutan; pelihara sapi/babi, menjadi tukang bangunan dsb sesuai peluang yang ada.

Keluarga Wayan Lonjong
Tampak Luar Rumah
Tampak Luar Rumah
Dapur

Berikutnya kami mengunjungi rumah Bapak Nengah Langkir (80 tahun) yang tinggal bersama istrinya. Nengah Langkir memiliki 2 orang anak, 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, dua-duanya sudah menikah dan tinggal/bekerja di Denpasar. Karena usianya sudah lanjut, Nengah Langkir dan istrinya hidup dari “kiriman” anak2nya.

Rumah Nengah Langkir
Bapak Nengah Langkir
Tempat Tidur

Terakhir kami berkunjung ke rumah keluarga Bapak Nyoman Kari dan istrinya Ketut Mudri yang tinggal bersama 3 anaknya (1 anak laki-laki dan 2 perempuan), ketiganya masih usia sekolah, namun seperti halnya anak-anak dari keluarga miskin lainnya, hanya satu dari tiga anaknya yang mau sekolah, dua lainnya tidak mau sekolah karena mereka bayangkan sekolah sebagai tempat yang tidak menyenangkan. Nyoman Kari bekerja di kebun dan “ngadas” beberapa ekor sapi dan babi.

Nyoman Kari & Istri
Anak2 Nyoman Kari
Tampak Luar Rumah
Dapur

Dari pengamatan di lapangan, kami menyarankan kepada Bapak Kepala Desa untuk mencari solusi agar bisa memberikan pengarahan kepada para orang tua dan anak-anak usia sekolah, agar para orang tua mau mendorong anaknya ke sekolah dan anak2 memiliki gambaran yang bagus tentang sekolah sehingga mereka mau sekolah.

Pada kunjungan kali ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar2nya kepada Pak Ngurah Awan, Mba Wisna, Pak Agung, Ibu Dawn, dan Mrs. Mary serta para sukarelawan dan donatur tetap BCC.


*

BERITA
30 years ago I dreamed of supporting families in countries less fortunate than our own. We have so many countries throughout the world where people simply don't get the same opportunities ...
 
Pada tgl 28 - 31 Desember 2017 kami mempromosikan produk kerajinan pengungsi di Denpasar Festival di Kawasan Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Denpasar. Acara bertujuan untuk membantu mempromosikan produk-produk buatan para pengungsi ...
 
Pada tgl 24 Desember 2017 kami mengadakan acara Bazar Produk Kerajinan Pengungsi saat Car Free Day di Lapangan Bajra Sandhi Renon Denpasar. Bazar bertujuan untuk membantu mempromosikan produk-produk buatan para pengungsi agar ...
 
Pada tgl 15 Desember 2017 Veranda Cafe bersama BCC mengadakan acara Charity Night bertempat di Veranda Cafe Jl. Hayam Wuruk No. 159 Denpasar. Charity Night bertujuan untuk menggalang bantuan bagi para ...