Kunjungan IV ke Desa Nawa Kerti Karangasem

Pada hari Jumat tanggal 8 Oktober 2010, kami kembali mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Desa Nawa Kerti Abang Karangasem. Kali ini kami ditemani oleh Mba Wisna yang tidak pernah absen :-) dan Mba Dewi. Agenda kami saat ini adalah merealisasikan program bantuan 20 sapi untuk 20 keluarga miskin gelombang pertama, sekaligus mengunjungi “rumah baru” Bapak Wayan Getung yang sudah dalam tahap finishing.

Jalan ke Rumah Warga
Jalan ke Rumah Warga

Diantar oleh Bapak Kepala Desa Nawa Kerti, kami mengunjungi keluarga pertama, yaitu keluarga Bapak Wayan Soma di Br. Bau Kawan yang tinggal bersama 4 KK dalam satu pekarangan, sebagian besar mereka ini berprofesi sebagai buruh tani dan “ngadas” sapi. Keluarga ini sudah menerima bantuan sapi BCC.

Keluarga Wayan Soma
Bertani
Tempat Tidur
Sapi Bantuan

Berikutnya, kami berkunjung ke rumah Bapak Wayan Gari yang masih bujangan, yang juga sudah menerima bantuan sapi BCC.

Wayan Gari
Sapi Bantuan

Rumah berikutnya adalah rumah keluarga Bapak Nengah Rawa yang tinggal bersama istrinya Wayan Sariani dan 3 orang anaknya. Nengah Rawa bersama istri sehari-hari bekerja menganyam bambu. Pada saat kami kunjungi, keluarga ini belum menerima bantuan sapi BCC.

Keluarga Nengah Rawa
Rumah
Anyaman Bambu

Keluarga berikutnya adalah keluarga Bapak Nengah Putra dan istrinya Wayan Repin, mereka memiliki 3 orang anak (1 perempuan, 2 laki-laki). Nengah Putra sehari-hari bekerja sebagai buruh cetak batako. Keluarga ini juga sudah menerima bantuan sapi BCC.

Wayan Repin
Rumah
Hampir Roboh
Sapi Bantuan

Berikutnya kami berkunjung ke rumah keluarga Bapak Wayan Getung yang sebentar lagi akan menempati rumah barunya yang saat ini masih dalam proses finishing. Keluarga Wayan Getung adalah salah satu keluarga yang menerima program bantuan rumah dari BCC dan Bali Charity.

Wayan Getung
Rumah Lama
Rumah Lama
Rumah Baru

Selanjutkan kami berkunjung ke rumah keluarga Bapak Nyoman Soma dan saudaranya Nengah Subrata, keduanya masih bujang. Mereka ini merawat keponakannya, Nyoman Open, yang cacat – lumpuh total, tidak bisa bicara, tidak bisa melakukan aktifitas apapun – sejak lahir sampai sekarang berumur 17 tahun. Mata pencaharian utama keluarga ini adalah menganyam bambu. Keluarga ini belum menerima bantuan sapi BCC.

Keluarga Nyoman Soma
Nyoman Open
Rumah
Anyaman Bambu

Berikutnya, keluarga Bapak Wayan Suana dan istrinya Wayan Santi yang tinggal bersama 2 orang anaknya, seorang laki-laki umur 4 tahun dan seorang perempuan umur 12 tahun. Wayan Suana setiap harinya bekerja sebagai petani kebun dan ngadas sapi. Saat kami kunjungi, keluarga ini juga belum menerima bantuan sapi BCC.

Kelurga Wayan Suana
Keluarga Wayan Suana
Kelapa & Bambu

Terakhir kami berkunjung ke rumah Bapak Nengah Rete yg tinggal bersama istri dan 3 orang anaknya yang semuanya masih balita. Di pekarangan yang sama, tinggal juga Ibu Nengah Rete yang sudah berusia lanjut, Wayan Cenik, serta 2 saudara laki-lakinya yang juga sudah berkeluarga, jadi total 3 KK tinggal bersama. Mata pencaharian keluarga ini adalah bertani dan ngadas sapi. Keluarga Nengah Rete juga sudah menerima bantuan sapi BCC.

Keluarga Nengah Rete
Ibu Kandung
Rumah
Sapi Bantuan

Pada kunjungan kali ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar2nya kepada Mba Wisna dan Mba Dewi serta para sukarelawan dan donatur tetap BCC.

Berikan Komentar


*

Media Sosial

BBM 5E5A3B02
WhatsApp 087861943126
WhatsApp 081999370228
LINE 087861943126
LINE 081239993144
Telegram 081239993144