Kunjungan V ke Desa Nawa Kerti Karangasem

Pada kunjungan kali ini, Jumat 5 Nopember 2010, kami ditemani oleh Asti. Berangkat dari Denpasar pukul 09.30, kami membawa titipan dari beberapa kawan; Yanti, Mita, dan Wintia, kami sampai di Desa Nawa Kerti Karangasem pada pukul 12.30. Setelah berbincang2 sesaat dengan Bapak Kepala Desa dan “penglingsir desa” Bapak Sujana, pada pukul 13.00 kami mulai mengunjungi 8 keluarga miskin yang termasuk dalam daftar penerima bantuan 20 sapi gelombang pertama. 7 dari 8 KK yang kami kunjungi kali ini sudah menerima bantuan sapi BCC.

Jalan ke Rumah Warga
Jalan ke Rumah Warga
Jalan ke Rumah Warga

Keluarga pertama yang kami kunjungi adalah keluarga Bapak Nyoman Dangin yang tinggal bersama istrinya Nyoman Rini dan 2 orang anaknya. Nyoman Dangin dan istri sehari-hari bekerja sebagai petani kebun dan pedagang keliling.

Keluarga Nyoman Dangin
Rumah
Sapi Bantuan

Keluarga berikutnya adalah keluarga Bapak Nyoman Kebek, karena istrinya sudah meninggal, dia sekarang tinggal “ngikut” anaknya Wayan Riyeg yang sudah berkeluarga dan memiliki 4 orang anak. Mata pencaharian mereka adalah sebagai petani kebun.

Keluarga Nyoman Kebek
Rumah
Rumah
Sapi Bantuan

Berikutnya adalah keluarga Bapak Gede Kamar (39 tahun), tinggal bersama 6 orang anaknya, 1 anaknya sudah menikah, sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh serabutan di Kintamani. Gede Kamar sehari-hari bekerja sebagai petani ladang/kebun.

Keluarga Gede Kamar
Rumah
Rumah
Sapi Bantuan

Selanjutnya kami berkunjung ke rumah keluarga Bapak Nengah Kari dan istrinya Wayan Kerti yang keduanya juga bekerja sebagai buruh serabutan. Keluarga ini memiliki 3 orang anak.

Keluarga Nengah Kari
Rumah
Sapi Bantuan

Keluarga berikutnya adalah keluarga Bapak Nyoman Puja + istri + 3 anak yang juga tinggal bersama 2 orang saudaranya yang juga sudah menikah, sehingga dalam satu pekarangan ini terdapat 3 KK yang rata-rata bekerja sebagai penggarap lahan/petani.

Keluarga Nyoman Puja
Keluarga Besar
Rumah
Sapi Bantuan

Berikutnya adalah keluarga Bapak Wayan Ranti dan istrinya Luh Sudiasa, mereka ini memiliki 2 orang anak balita, mata pencaharian keluarga ini juga sebagai penggarap lahan/petani.

Keluarga Wayan Ranti
Rumah
Sapi Bantuan

Berikutnya kami berkunjung ke rumah keluarga Bapak Nyoman Kari Pilih dan istrinya Wayan Yanti yang memiliki 3 anak yang semuanya bekerja di Denpasar. Nyoman Kari sehari-hari bekerja sebagai petani dan membuat anyaman bambu.

Klg Nyoman Kari Pilih
Rumah
Sapi Bantuan

Terakhir kami berkunjung ke rumah keluarga Bapak Wayan Buda dan istrinya Wayan Bongkok yang memiliki 4 orang anak yang semuanya sudah menikah. Pekerjaan Wayan Buda adalah sebagai petani.

Keluarga Wayan Buda
Cucu2 Wayan Buda
Rumah
Rumah

Pada kunjungan kali ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar2nya kepada kawan semua; Yanti, Mita, Wintia, Asti serta para sukarelawan dan donatur tetap BCC.

4 Komentar

  1. I Wayan Wartawan says:

    saya sebagai masyarakat nawa kerthi, sangat berterima kasih kepada BCC, yang telah membantu masyarakat di desa kami, dan saya masih sangat mengharapkan bantuan, berupa sapi, karena masih banyak di desa kami, yang tidak mampu ( miskin ) terima kasih

  2. Admin says:

    Terima kasih Pak Wayan, untuk saat ini masih belum ada program bantuan sapi.

  3. I Wyn Wartawan says:

    sama-sama, kmrin saya sempat ngobrol-ngobrol dg masyarakat di desa kami, tidak mesti harus bantuan sapi, bantuan yang paling di harapkan masyarakat di desa kami, berupa air bersih, pada saat musim kemarau tiba, dari tahun ke tahun yang jadi permasalahan di desa kami, adalah air bersih, di desa kami cuman ada 1 (satu) mobil tank, dengan 1 (satu) mobil tank, walaupu di operasikan 24 jam, itu tidak bisa memenuhi kebutuhan air di desa kami, teima kasih

  4. Admin says:

    Nggih Pak Wayan, mudah2an BCC suatu saat bisa mampir lagi di desa Bapak. Terima kasih atas masukannnya.

Berikan Komentar


*

Media Sosial

BBM 5E5A3B02
WhatsApp 087861943126
WhatsApp 081999370228
LINE 087861943126
LINE 081239993144