Kunjungan VI (terakhir) ke Desa Nawa Kerti Karangasem

Hari ini, Jumat minggu pertama/awal bulan seperti biasa, tepatnya tanggal 3 Desember 2010 kami kembali mengunjungi Desa Nawa Kerti Abang Karangasem. Kali ini kami berkunjung bersama beberapa teman; Mba Wisna, Mba Dewi, Ibu Dawn, Mba Komang dan Bapak Bagus dari Ahimsa Villas. Berangkat pkl. 09.00 dari Denpasar, kali ini mobil kami penuh dengan “titipan” dari teman2 terutama 5 tas ukuran besar berisikan pakaian dari Ibu Dawn (thanks ya Ibu). Kami tiba di kantor Kepala Desa sekitar pkl. 12.30 dan mulai mengunjungi beberapa keluarga miskin diantar langsung oleh Bapak Kepala Desa.

Akses ke Rumah Warga
Akses ke Rumah Warga
Akses ke Rumah Warga
Akses ke Rumah Warga

Keluarga pertama yang kami kunjungi adalah keluarga Bapak Wayan Joglogan dan istrinya Ni Ketut Sungkeg, tinggal dalam satu pekarangan bersama anaknya yang sudah menikah dengan 4 orang anak. Wayan Joglogan sehari-hari bekerja sebagai penggarap tanah kebun/petani dan “ngadas” beberapa ekor sapi.

Keluarga Wayan Joglogan
Rumah
Rumah
Rumah

Berikutnya kami berkunjung ke rumah keluarga Bapak Wayan Jati dan istrinya Ni Nengah Sri. Keluarga ini memiliki 1 orang anak berumur 3 tahun, pekerjaan Wayan Jati selain ngadas sapi adalah sebagai buruh serabutan; mengangkut batu kali dll sesuai pekerjaan yang ada. Keluarga ini sudah menerima sapi bantuan BCC.

Keluarga Wayan Jati
Rumah
Rumah
Sapi Bantuan

Berikutnya adalah keluarga Bapak Ketut Dengkil dan istrinya Ni Nyoman Peges yang memiliki 5 orang anak; 3 anak perempuan yang semuanya sudah menikah, dan 2 anak laki2 yang dua2nya tinggal/bekerja di Denpasar. Pekerjaan Ketut Dengkil adalah membuat anyaman bambu dan ngadas beberapa ekor sapi.

Bapak Ketut Dengkil
Rumah
Rumah

Keluarga berikutnya adalah keluarga Bapak Wayan Cekeg yang tinggal bersama istrinya Ni Nengah Ririg bersama 1 cucunya yang masih balita. Wayan Cekeg memiliki 4 orang anak; 2 diantaranya sudah menikah, semua anak2nya tinggal/bekerja di Denpasar. Mata pencaharian Wayan Cekeg adalah bertani, menganyam bambu, dan ngadas beberapa ekor sapi. Keluarga ini juga sudah menerima sapi bantuan BCC.

Ni Nengah Ririg
Rumah
Sapi Bantuan

Keluarga ke 5 yang kami kunjungi adalah keluarga Bapak Wayan Kawan dan istrinya Ni Made Sariani. Wayan Kawan belum memiliki rumah sendiri sehingga tinggal ikut mertuanya, Wayan memiliki 2 orang anak; 1 orang duduk di kelas 6 SD, satunya masih TK. Wayan sehari-hari bekerja sebagai buruh tani serabutan; memanjat pohon kelapa dll. Pada saat ini, keluarga ini adalah satu2nya keluarga dari 20 keluarga yang masuk dalam daftar penerima sapi bantuan gelombang pertama yang belum mendapatkan sapinya. Tim BCC minta kepada Bapak Kepala Desa untuk membantu ybs mencari/mendapatkan sapi bantuan secepatnya.

Keluarga Wayan Kawan
Rumah
Rumah

Berikutnya adalah keluarga Bapak Wayan Wangi yang memiliki 5 orang anak – semua anak2nya tinggal/bekerja di Denpasar. Wayan Wangi sehari-hari bekerja sebagai petani dan pengadas sapi. Keluarga ini sudah menerima sapi bantuan BCC. Sayang, pada saat kunjungan, kami menemukan rumah keluarga ini kosong, sepertinya semua anggota keluarga sudah berangkat sembahyang ke Pura mengingat kunjungan kami kali ini waktunya “mepet” dengan Hari Raya Galungan yang jatuh pada tanggal 8 Desember 2010.

Keluarga Wayan Wangi
Rumah
Rumah
Sapi Bantuan

Terakhir kami berkunjung ke rumah keluarga Bapak Ketut Kuat dan istrinya Ni Wayan Gading. Ni Wayan Gading ini adalah istri ke-8 dari Bapak Ketut Kuat – sungguh nama yang cocok :-) Ketut Kuat sampai tidak ingat berapa persisnya dia punya anak dan cucu, “anak saya kira-kira 24 orang, kalau cucu…wah…mungkin lebih dari 60 orang” – begitu pengakuannya. Anak2nya kebanyakan tinggal di Tabanan dan Denpasar. Ketut Kuat sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

Bapak Ketut Kuat
Bapak Ketut Kuat
Istri ke-8
Istri ke-7

Tuntas sudah kami mengunjungi dan melakukan verifikasi atas 20 keluarga penerima sapi bantuan gelombang pertama. Oleh karenanya, kunjungan kali ini adalah kunjungan kami yang terakhir ke desa ini. Selanjutnya, pada hari Jumat tanggal 7 Januari 2011, kami akan mencari “desa baru”. Dan berikut ini kami sempat mengabadikan beberapa photo tim BCC bersama Kepala Desa Bapak Nengah Rata.

Kepala Desa Bpk Ngh Rata
Team BCC

Pada kunjungan kali ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar2nya kepada Mba Wisna, Mba Dewi, Ibu Dawn, Mba Komang & Pak Bagus Ahimsa, Mba Mita, Dian & Wintia Natan, serta para sukarelawan dan donatur tetap BCC.

Berikan Komentar


*

Media Sosial

BBM 5E5A3B02
WhatsApp 087861943126
WhatsApp 081999370228
LINE 087861943126
LINE 081239993144
Telegram 081239993144