• Tentang Kami

    Latar belakang berdirinya Bali Caring Community (BCC).
    more...
  • Bantu Kami

    Mohon bantu kami membantu mereka yg kurang beruntung.
    more...
  • Kegiatan

    Program kerja/kegiatan Bali Caring Community (BCC).
    more...

Lagi, Tiga Balita Gizi Buruk di KARANGASEM

Anak bawah lima tahun (Balita) yang mengalami gizi buruk, kembali di temukan tiga orang di Karangasem, minggu 8 Agustus kemarin. Ketiga balita kurang beruntung itu, yakni Made Agus Kusumawardana (2,5 tahun) tinggal di banjar Geria, Culik, Nyoman Darmayasa (2,5 tahun) dan Luh Arini (2 tahun), keduanya asal Banjar Kebon, Kerta Mandala, Abang, Karangasem.

Penemuan itu berdasarkan pantauan Bali Post ke rumah penderita, minggu kemarin. Selain mengalami gizi buruk, yang lebih menyedihkan Agus, anak pasangan suami istri Nyoman Adeg Luh Sari, juga menderita kepala membesar (Hydrocephalus). Kepalanya terus membesar, sementara tubuhnya kian kurus dan lemah. Ayahnya, Adeg mengatakan, saat baru lahir anaknya terlihat normal. Kelainan pada tubuh balita itu baru di ketahui saat berumur enam bulan. Kepalanya terus membesar, di lain pihak tubuhnya tampak kian kurus dan lemah.

Agus sempat di periksakan ke dokter dan di katakan, penyebabnya di duga karena sering di ayunkan. Merasa penarasaran orang tuanya lantas memeriksakan ke RSUD Karangasem dan menjalani CT-scan. Dari sana di ketahui sumbatan pada cairan kepalanya. Dokter RSUD menyarankan agar dirujuk ke RSUP Sanglah. Namun sampai kini belum dilakukan, dengan alas an tak memiliki biaya.

Sementara itu, Balita Darmayasa selain tubuhnya sempat kurus, kini mengalami masalah pada saluran kemihnya. Dia sakit-sakitan. Karena itu, sampai kini dia belum bisa merangkak atau duduk. Anak pasutri Nyoman Kaler dan Dapet ini hanya bisa telentangdan memutar tubuhnya jika ingin memindahkan diri.

Salah seorang bidan di Culik mengaku kerap menangani Darmayasa dan Arini. Bidan ini mengatakan, kedua balita itu sudah di tangani pihak Puskesmas Culik. Dulu selain sakit-sakitan, keduanya memang berat badannya rendah karena terus merosot. Belakangan kondisinya sudah lebih baik.

Orang tua Agus, Nyoman Adeg mengatakan, pihaknya memang tak mampu membiayai anaknya kalau harus dirujuk apalagi kalau sampai dokter menyarankan menjalani operasi. Dia hanyalah petani kecil. Dia berharap ada orang yang mau membantu mencarikan jalan ke luar, dengan harapan kondisi anaknya bias menjadi lebih baik.

Diberitakan sebelumnya tiga balita, diantaranya Bima Raditya (4 bulan) menjalani rawat inap di RSUD Karangasem. Balita asal Seraya itu berat badannya sangat rendah karena kurang gizi. Bima sakit sejak satu bulan lalu dan sejak itu ditinggalkan ibunya Ayu Wandira (19) asal Aceh pergi menelantarkannya dengan alas an mencari pekerjaan ke Denpasar. Sejak pergi, kata suaminya, Duwasa, Ayu tak pernah pulang ke Seraya menengok balita malang itu. Bima tak mendapat air susu ibu (ASI). Sementara ayahnya, Made Duwasa (21) mengaku tak mampu membelikan anaknya susu formula, karena hanya petani miskin.

Sumber: Bali Post, 9 Agustus 2010.


*

BERITA
30 years ago I dreamed of supporting families in countries less fortunate than our own. We have so many countries throughout the world where people simply don't get the same opportunities ...
 
Pada tgl 28 - 31 Desember 2017 kami mempromosikan produk kerajinan pengungsi di Denpasar Festival di Kawasan Catur Muka, Jalan Gajah Mada, Denpasar. Acara bertujuan untuk membantu mempromosikan produk-produk buatan para pengungsi ...
 
Pada tgl 24 Desember 2017 kami mengadakan acara Bazar Produk Kerajinan Pengungsi saat Car Free Day di Lapangan Bajra Sandhi Renon Denpasar. Bazar bertujuan untuk membantu mempromosikan produk-produk buatan para pengungsi agar ...
 
Pada tgl 15 Desember 2017 Veranda Cafe bersama BCC mengadakan acara Charity Night bertempat di Veranda Cafe Jl. Hayam Wuruk No. 159 Denpasar. Charity Night bertujuan untuk menggalang bantuan bagi para ...