Bali Caring Community

Jumat, 3 Februari 2023

Komang Trija, anak yatim bersama kakeknya yang buta di Desa Batukandik, Nusa Penida

Kunjungan: 11 September 2022

Nama: I Komang Trija Sukmana (L/10 tahun/kelas 4 SD)

Nama Kakak: Ni Kadek Wulan Rani Agustin (P/16 tahun/kelas 2 SMA)

Alamat: Banjar Bingin, Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung

Nama Kakek: I Made Tika (L/sekitar 70 tahun), matanya buta

Pekerjaan: membuat porosan untuk dijual

Nama Nenek: Ni Wayan Kocap (P/sekitar 70 tahun), mata sudah rabun

Pekerjaan: petani kebun tadah hujan

Nomor telepon yg bisa dihubungi: 0853-3386-5221 – I Komang Sugiarta; Kepala Dusun Bingin

Katagori: anak yatim yang ditinggal menikah oleh Ibunya

Rekening Bank: Bank BRI, No.: 4745-01-011373-50-3 an.: I Komang Trija Sukmana

Donatur Tetap:

  1. IGD, Rp. 100.000 setiap bulan, mulai Oktober 2022
  2. EDK, Rp. 100.000 setiap bulan, mulai Oktober 2022
  3. BALIPOCKETS THERESA AMANN menanggung biaya untuk perlengkapan sekolah Komang Trija, mulai Januari 2023
  4. Mohon hubungi kami jika Anda ingin menjadi donatur tetap untuk ybs.

I Made Tika (kakek) sebenarnya tidak memiliki anak, mereka mengangkat anak dari anak saudaranya. Anak angkatnya ini (Ayah Komang Trija) kemudian menikah dan memiliki 2 orang anak;

  1. Ni Kadek Wulan Rani Agustin (P/16 tahun/kelas 2 SMA)
  2. I Komang Trija Sukmana (L/10 tahun/kelas 4 SD)

Tidak lama setelah itu, ayah Komang Trija meninggal, dan Ibunya menikah lagi. Komang dan kakaknya kemudian diasuh oleh kakek dan neneknya. Kakeknya matanya sudah 21 tahun buta karena katarak, neneknya juga matanya sudah rabun.

Pada saat kami berkunjung, hanya ada Komang Trija dan kakeknya, sedangkan kakak dan neneknya sedang berada di kebun.

Sumber penghasilan:

  • Kakeknya tidak bisa bekerja karena matanya buta total, dia hanya bisa membuat porosan untuk dijual Rp. 5.000 per 1 hari, itupun jika ada pesanan saja, jika ada upacara agama.
  • Neneknya bekerja sebagai petani kebun tadah hujan, musim tanam/panen hanya 1 kali dalam 1 tahun yaitu pada saat musim hujan saja, pada saat musim kemarau mereka tidak bisa bercocok tanam karena kondisi tanah yang kering/tandus. Kakaknya kadang membantu neneknya berkebun sepulang dari sekolah.

Biaya hidup:

  • SPP sekolah anak gratis. Bayar uang pakaian dan uang buku setahun sekali atau bila perlu.
  • Bekal sekolah anak: Rp. 3.000 – 5.000 per hari, kalau tidak punya uang – tidak ada uang saku ke sekolah

Kondisi rumah:

  • Jumlah kamar tidur: 2
  • Jumlah dipan/ranjang tidur: 2
  • Jumlah kasur: 2
  • Lantai dari semen
  • Dinding dari batako
  • Atap dari asbes
  • Listrik ada
  • Air minta di tetangga
  • Status tanah: milik sendiri

Bantuan Anda kepada keluarga ini bisa berupa:

  • Sembako atau bantuan dana untuk membeli kebutuhan hidup sehari-hari
  • Bantuan dana untuk biaya/bekal sekolah anak
  • Perlengkapan sekolah anak; tas, sepatu, buku dan alat tulis

Jika anda pernah memberikan bantuan kepada ybs, mohon mengisi form komentar di bawah ini. Tuliskan bantuan yang sudah anda berikan serta update kondisi terakhir ybs. Informasi tersebut akan sangat berguna bagi para donatur yang ingin mengunjungi/memberikan bantuan kepada ybs.

Berikut ini beberapa photo yg sempat kami ambil.

Map