Jumat tgl 4 Januari 2013 kami mengunjungi daerah perbukitan tandus tepatnya di Banjar Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem. Tujuan kami adalah mengunjungi Ni Komang Sukrayani (P/4), balita dari keluarga miskin yang menderita Bibir Sumbing.

Kami mendapatkan informasi tentang kondisi Ni Komang Sukrayani ini dari harian Bali Post edisi Kamis, 18 Oktober 2012. Ni Komang Sukrayani adalah anak dari pasangan suami istri I Wayan Wija (30) dan Ni Nengah Ngara (28), yg menderita cacat/bibir sumbing sejak lahir, di usianya yg sudah 4 tahun dia masih belum bisa mengucapkan kata-kata.
I Wayan Wija sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan istrinya mengasuh anak sambil bertani di ladang perbukitan yg tandus, di sini hanya bisa bercocok tanam sekali dalam setahun, pada musim hujan saja.
Saat kami berkunjung tgl 4 Januari kemarin, kondisi Ni Komang Sukrayani sudah tidak cacat lagi. Yayasan Senyum membantu ybs sehingga bisa menjalani operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Umum (RSU) Dharma Yadnya Denpasar pada tgl 23 Oktober 2012. Kini dia sudah bisa mengucapkan beberapa kata dengan jelas.
Berikut ini beberapa dokumentasi yang sempat kami ambil.
|
|


Ibu Brenda, untuk Bibir Sumbing kami menyarankan bisa disampaikan ke Yayasan Senyum Bali di Jl. Pulau Aru, Denpasar Barat, telp. 0361 233758. http://www.senyumbali.org. Terima kasih.
maaf. jikalau tidak berkenan bisa diabaikan. di sekolah saya SMA SANTO YOSEPH.
Ada anak yang memiliki bibir sumbing. jika berkenan mohon bantuannya untuk mengoprasi…